Haruskah Perusahaan Kamu Beralih Ke Tempat Kerja Hibrida

Banyak organisasi sedang mempertimbangkan cara terbaik untuk mengalihkan karyawan kembali ke kantor mereka tahun ini setelah sebagian besar dari mereka menghabiskan sebagian besar tahun 2024 bekerja dari rumah.

Model kerja hybrid memiliki menjadi komponen kunci dari rencana pembukaan kembali banyak bisnis. Google adalah salah satu perusahaan pertama yang mengungkapkan rencananya untuk menggunakan model hybrid kembali bekerja pada September mendatang. Rencana ini akan melihat karyawan melapor untuk bekerja setidaknya tiga hari seminggu di lokasi dan sisa hari dari jarak jauh.

Menurut survei PWC, banyak orang berharap model tempat kerja hibrida segera terbentuk, tergantung pada distribusi vaksin COVID-19. Inilah sebabnya mengapa Kamu harus mempertimbangkan untuk mengalihkan perusahaan Kamu ke model tempat kerja hibrida. Berikut adalah melihat beberapa elemen penting dari model ini.

Memahami Model Tempat Kerja Hibrida

Tempat kerja hybrid adalah model bisnis yang menggabungkan pekerjaan kantor dengan pekerjaan jarak jauh. Ada banyak bentuk pekerjaan hibrida. Beberapa organisasi menerapkan teleworking sekali seminggu. Di perusahaan lain, ada lebih banyak keseimbangan antara pekerjaan jarak jauh dan pekerjaan kantor.

Selain itu, model kerja hybrid dapat bekerja dengan model lain seperti smart office, co-working, dan flex office. Oleh karena itu, karyawan jarak jauh yang beroperasi dengan pendekatan hybrid tidak perlu memiliki kantor di lokasi organisasi.

Ini berarti jam dan ruang kerja mereka lebih fleksibel dibandingkan dengan karyawan yang bekerja di lokasi. Misalnya, karyawan jarak jauh tidak harus bekerja penuh waktu. Alhasil, para karyawan ini lebih produktif dibandingkan para pekerja yang beroperasi dari kantor.

Tempat kerja hybrid adalah integrasi ruang kerja fisik dan digital, yang biasa disebut sebagai pekerjaan fisik. Ini bukan konsep baru dan telah digunakan di masa lalu di industri ritel.

Ini menciptakan pengalaman belanja fisik di toko dan pengalaman belanja digital di situs e-commerce. Di dunia korporat, konsep fisik memfasilitasi kerja kolaboratif antar tim, baik bekerja di tempat atau dari jarak jauh.

Kelebihan Tempat Kerja Hibrida

1. Peningkatan Produktivitas

Salah satu manfaat model kerja hibrida adalah bahwa ia menekankan produktivitas dan bukan efisiensi. Di masa lalu, pengusaha berfokus untuk memiliki sebagian besar tenaga kerja terdistribusi di kantor, menekankan jam kerja untuk memaksimalkan efisiensi. Manajemen akan menilai penyelesaian proyek berdasarkan jumlah jam kerja yang dimasukkan.

Dengan model hibrida, penting untuk mendelegasikan tanggung jawab kepada pekerja jarak jauh dan menentukan berapa banyak yang telah mereka capai pada hari tertentu.

Selain itu, model ini banyak menekankan pada bakat dan kemampuan, yang berarti peningkatan produktivitas. Manajemen berfokus pada peningkatan produktivitas dengan mendukung pekerja dengan sumber daya yang mereka butuhkan.

Pendekatan tempat kerja hibrida memungkinkan pengusaha untuk memanfaatkan alat penjadwalan tenaga kerja untuk mengelola istirahat lembaga, rotasi shift, dan mengelola jadwal dari jarak jauh. Selain itu, alat inovatif ini membantu anggota tim tetap mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas apa dan kemajuan mereka setiap hari.

2. Biaya Operasi Rendah

Keuntungan lain dari pendekatan tempat kerja hibrida adalah biaya operasi yang rendah. Karena model kerja jarak jauh berarti lebih sedikit karyawan yang bekerja dari kantor, pengusaha membutuhkan lebih sedikit ruang kantor. Ini berarti lebih sedikit perlengkapan kantor dan penghematan biaya sewa.

Misalnya, di lingkungan kantor, majikan harus mengatasi masalah seperti memastikan ada cukup makanan ringan untuk semua orang dan dispenser air. Selain itu, tempat kerja digital berarti karyawan menghabiskan lebih sedikit waktu dan uang untuk pergi bekerja.

3. Peningkatan Kolaborasi

Manfaat penting dari model kerja hybrid adalah kolaborasi yang disederhanakan. Ada banyak koleksi teknologi kolaborasi yang mendukung pendekatan tempat kerja hibrida. Karyawan tidak harus berada di ruangan yang sama untuk berkolaborasi atau bertukar pikiran.

Selain itu, ada banyak fleksibilitas dalam hal kolaborasi online. adopsi dari konferensi video dan komunikasi asinkron memungkinkan pertemuan lokasi-independen. Bentuk kolaborasi lanjutan ini masih mempertahankan perasaan semua orang bekerja bersama di tempat yang sama.

Kontra Tempat Kerja Hibrida

1. Pukulan untuk Pengalaman Pelanggan

Model kerja hybrid telah mengurangi pengalaman pelanggan secara signifikan. Karena pelanggan tidak perlu secara fisik menyampaikan kekhawatiran mereka kepada karyawan di tempat kerja, beberapa masalah serius mungkin diabaikan. Misalnya, di bank, pelanggan terbiasa pergi ke kantor fisik untuk layanan spesialis.

2. Isolasi Karyawan

Kelemahan lain dari model kerja hybrid adalah isolasi karyawan. Ketika karyawan bekerja jauh dari satu sama lain untuk waktu yang lama, ikatan kerja dan persahabatan mereka cenderung memudar.

Beberapa karyawan merasa kesepian dan tidak termotivasi karena mereka tidak lagi menikmati cerita dan jalan-jalan di hari kerja normal. Keragaman pekerja juga menjadi tantangan bagi model ini. Misalnya, pekerja yang terpinggirkan seperti perempuan sulit mengungkapkan pendapatnya.

Menerapkan Model Tempat Kerja Hibrida

1. Perangkat Lunak Intranet

Salah satu cara menerapkan tempat kerja hybrid adalah melalui inovasi perangkat lunak intranet. Perangkat lunak ini mengotomatiskan berbagai proses bisnis, seperti yang melibatkan formulir kertas.

Intranet juga memungkinkan komunikator untuk menentukan apakah karyawan kantor telah membaca korespondensi dan pengumuman penting organisasi.

2. Keterlibatan Pegawai Kantor

Bagian penting lain dari penerapan model tempat kerja hibrida adalah melibatkan karyawan kantor. Misalnya, perusahaan dapat menggunakan survei untuk menanyakan pendapat karyawan tentang berbagai aspek model hibrid kembali bekerja. Selain itu, penggunaan ruang rapat seperti Zoom akan memastikan karyawan menyampaikan pandangan mereka tentang berbagai masalah.

3. Standar Kesehatan dan Keselamatan

Selain itu, skema kembali bekerja harus memenuhi semua peraturan kesehatan dan keselamatan. Misalnya, Kamu harus memperhatikan jumlah karyawan yang diizinkan di tempat kerja. Kamu juga harus fokus pada metode pembersihan dan kebersihan, pedoman jarak sosial, komunikasi karyawandan penilaian risiko.

4. Kesempatan yang Sama

Implementasi tempat kerja hybrid juga melibatkan penciptaan lapangan bermain yang merata bagi mereka yang bekerja dari jarak jauh dan mereka yang bekerja di kantor. Ini berarti memberikan kesempatan yang sama bagi tenaga kerja hibrida. Kamu harus menginvestasikan jumlah usaha yang sama untuk semua karyawan Kamu.

Rapat balai kota video dan platform kolaborasi online adalah beberapa cara untuk memastikan semua karyawan Kamu mengetahui tujuan dan nilai bersama Kamu. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk memastikan karyawan memahami harapan mereka dan apa yang diharapkan dari Kamu.

Kesimpulannya

Di tengah pandemi COVID-19, banyak perusahaan telah merangkul pentingnya kerja jarak jauh. Karena risiko pandemi cenderung berkurang, beberapa bisnis melakukan pemanasan dengan gagasan untuk mengadopsi model tempat kerja hibrida.

Ini bukan hanya pendekatan cerdas untuk kembali bekerja bagi banyak perusahaan yang telah mengirim pekerja mereka ke rumah karena pandemi, tetapi juga masa depan pekerjaan di seluruh dunia.

Rate this post
Share Jika Bermanfaat Ya 🙂

Leave a Comment