Mengapa Pemulihan Data Hard Drive Bukan Pekerjaan DIY?

Bagaimana jika hard drive Kamu gagal dan Kamu bahkan tidak memiliki cadangan data? Jika Kamu melihat ikon file dengan tanda tanya di Mac Kamu atau Kamu menerima pesan kesalahan yang menyatakan “Windows mendeteksi masalah hard disk” maka kemungkinan hard drive Kamu telah gagal.

Ini bisa menjadi situasi yang mengerikan, terutama bila Kamu tidak memiliki cadangan. Sekarang muncul pertanyaan apa yang harus Kamu lakukan dalam situasi yang begitu mengerikan. Apakah Kamu perlu menemukan pemulihan data darurat spesialis atau metode DIY cukup untuk memperbaiki masalah ini?

Kegagalan hard drive bisa jadi sulit untuk ditanggung, terutama jika memiliki data yang Kamu benar-benar tidak mampu kehilangannya. Dalam keadaan panik, kebanyakan orang beralih ke Google untuk menemukan solusi cepat untuk masalah ini.

Internet memiliki banyak pengetahuan dan Kamu dapat dengan mudah menemukan petunjuk langkah demi langkah untuk melakukan apa saja.

Dari memanggang kue mangkuk hingga memperbaiki wastafel dapur yang tersumbat, Kamu dapat menemukan tutorial DIY untuk melakukan hampir semuanya sendiri. Namun, ketika harus memulihkan data dari hard drive yang gagal, upaya DIY dapat semakin memperumit masalah.

Mengingat kompleksitas hard disk modern, seringkali hanya sedikit yang dapat Kamu lakukan sendiri untuk mendapatkan kembali datanya. Hard drive cukup rumit dan upaya DIY dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Apakah Kamu masih berpikir untuk mencoba metode DIY untuk memulihkan data Kamu yang hilang? Jika demikian, berikut adalah beberapa alasan mengapa upaya DIY dapat lebih merusak hard drive Kamu dan membuat pemulihan data menjadi tidak mungkin.

Baca juga: Memanfaatkan Alat Konverter Video Online

Trik Pemulihan Data DIY Bisa Membuat Lebih Buruk

Dalam hal pemulihan data, Kamu akan menemukan beberapa trik DIY yang kurang teknis dan tidak konvensional di internet. Salah satu pengobatan rumahan tertua dan paling populer adalah terus-menerus me-restart perangkat dengan harapan akan memperbaiki dirinya sendiri.

Tetapi ketika Kamu berulang kali me-reboot perangkat, itu sebenarnya dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Kamu harus menghindari menggunakan trik ini, terutama jika Kamu mencoba untuk menyimpan data Kamu.

Ini karena saat Kamu menghidupkan komputer, komputer akan menulis data ke hard disk drive atau solid-state drive Kamu. Kamu berpikir bahwa komputer Kamu sedang menganggur tetapi mungkin data sedang ditulis ke drive.

Proses sistem ‘di balik layar’ seperti pembaruan driver, pemindaian virus, dan pembaruan OS berpotensi menimpa data yang hilang atau dihapus.

Jadi, jika Kamu kehilangan data, pastikan untuk segera mematikan sistem Kamu dan hindari menyalakan dan mematikannya lagi.

Mitos umum lainnya adalah meletakkan hard drive di dalam freezer dapat membantu memulihkan data. Tetapi memasukkan hard drive Kamu yang rusak ke dalam freezer untuk menghidupkannya kembali jelas merupakan ide yang buruk.

Saat Kamu memasukkan drive ke dalam freezer, air akan mengembun dan membeku di piringan drive. Menit drive kembali ke suhu kamar, kondensasi akan mulai muncul baik di dalam maupun di luar drive.

Ini akan merusak piringan, menyebabkan hard drive yang membeku menjadi macet.

Kamu juga akan menemukan beberapa trik konyol lainnya seperti jika cairan masuk ke drive, lalu gantung perangkat Kamu atau biarkan di dalam nasi untuk mengeluarkan cairan.

Ketika Kamu mengalami kehilangan data, Kamu mungkin merasa tergoda untuk mencoba trik cepat ini untuk menyimpan data Kamu, tetapi solusi DIY ini biasanya lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Baca juga: Tonton YouTube Bersama – 7 Cara Terbaik

Perangkat Lunak Pemulihan Data DIY

Untuk membantu pengguna memulihkan data mereka yang hilang, sejumlah besar perangkat lunak gratis tersedia. Beberapa alat ini membantu dalam memecahkan masalah, tetapi jika tidak digunakan dengan benar, Kamu mungkin akan kehilangan semua data secara permanen.

Saat Kamu menjalankan perangkat lunak pada sistem yang sama dengan tempat Kamu kehilangan data, itu dapat menghancurkan file yang hilang atau terhapus dengan menimpanya. Jika digunakan dengan benar, perangkat lunak pemulihan data dapat membantu Kamu mendapatkan kembali file yang hilang.

Namun, satu kesalahan juga bisa berakibat fatal. Selain itu, jika drive Kamu rusak secara fisik, maka perangkat lunak DIY apa pun tidak akan berfungsi.

Membuka drive Sendiri

Metode DIY yang paling berbahaya adalah membuka drive sendiri. Kamu dapat dengan mudah menemukan ratusan video dan artikel DIY yang menjelaskan cara berhasil membuka hard drive Kamu dan memperbaiki masalah seperti suara ‘klik’.

Namun, perbaikan drive DIY bisa lebih berisiko daripada menggunakan perangkat lunak pemulihan data DIY. Hard drive adalah perangkat yang rumit dan rumit yang tidak dapat dibuka di rumah.

Jika dibuka dengan tidak tepat, partikel debu dan uap air di udara dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada hard drive yang sudah rusak. Hard drive hanya boleh dibuka oleh teknisi pemulihan data.

Rate this post
Share Jika Bermanfaat Ya 🙂

Leave a Comment